RevivaLTV

Kehadiran pemain muda dalam suatu gelaran kompetitif tentu menjadi bahan omongan, termasuk SumaiL yang sempat menjuarai gelaran The International 5 bersama Evil Geniuses. Pemain asal Pakistan tersebut bergabung dengan OG untuk saat ini.

Pemain yang kerap dijuluki The King ini memberikan sesi wawancara terkait kehidupannya di luar kompetisi Dota 2 dan atlet esports. SumaiL juga memberikan beberapa informasi mengenai kehidupan masa keecilnya hingga terjun ke dunia esports.

Pindah dari Pakistan ke Amerika Serikat

“Saya sering membicarakan tentang Dota 2 untuk 4 sampai 5 tahun, banyak orang yang mau mendengar ketika aku membicarakan Dota di sesi interview. Alasan aku melakukan hal itu karena sejatinya aku tidak mau membicarakan hal di luar Dota, seperti memori masa kecil dan berbicara dengan bahasa Urdu,” ujar SumaiL.

Seperti yang kita tahu bahwa SumaiL merupakan pemain kelahiran Pakistan, tapi siapa yang tahu rupanya pemain ini sempat hijrah ke Amerika Serikat. Pada umur 13 tahun, SumaiL pindah bersama keluarganya ke Amerika Serikat, tepatnya di Illinois.

“Kehidupan berjalan menyenangkan di Pakistan, banyak budaya yang berbeda. Ketika para ayah bekerja maka anak-anak melakukan hal apapun sesukanya. Di Amerika, harus lebih dari satu orang yang bekerja untuk tetap hidup, jadi bisa dibilang lebih stres.

Dan Pakistan menjadi negara yang sangat konservatif (serba tradisional) dibandingkan Amerika Serikat. Butuh setidaknya 3-4 bulan untuk beradaptasi di sini, dan saya bisa,” terang SumaiL.

Terjun ke Dunia Esports

“Industri game memang sangat besar dan performa individu diriku terbilang sangat baik, jadi saya yakin bisa melakukannya. Saya hanya butuh dukungan moral dari tim dan ketika hal itu terjadi maka semuanya berjalan sangat baik,” tambah SumaiL yang menjadi pemain termuda di The International 2015.

Evil Geniuses mendapatkan gelar dunia dari Valve yaitu TI pada tahun 2015. Kehadiran SumaiL mampu memberikan efek instan meski terbilang menjadi pemain paling muda.

Evil Geniuses menjuarai The International 2015.

Masih memiliki beberapa skuat yang cukup lawas seperti PPD, Fear, SumaiL, Aui_2000 dan Universe, EG menjelma menjadi kekuatan baru di regional Amerika Utara.

Meski demikian, cita-cita menjadi atlet esports tidak terbesit begitu saja. Nyatanya, SumaiL memiliki cita-cita semasa kecil layaknya anak sejawatnya.

Bercita-cita Jadi Atlet Kriket

“Kecintaan saya terhadap kriket tidak bisa ditiru pada saat bermain game. Dulu saya merupakan pelempar (leg spinner) handal. Saya, Yawar, dan Kumail sering bermain bersama, jadi kami kerap bermain kriket dengan sangat baik.

Yawar merupakan penangkap (fast bowler) dan juga sangat cinta dengan kriket, jadi sudah merupakan mimpi kami untuk bermain dengan tim nasional kriket Pakistan sebagai pelempar dan Yawar sebagai penangkap layaknya Shoaib Akhter (atlet kriket Pakistan).

Tetapi di awal tahun 2010, ada pelarangan dan hukum wilayah yang membuat anak-anak tidak bisa bermain jauh dari rumah, lapangan tutup. Saya memiliki beberapa kesempatan untuk bermain, tapi karena lokasi lapangan jauh lalu saya tidak mendapatkan izin dari orang tua dan di sana alasan mengapa semangatku bermain kriket menghilang,” tambah SumaiL.

Bermain Counter-Strike Sebelum Dota

Setelah bercerita tentang masa kecilnya di Pakistan, SumaiL mengaku ingin kembali tinggal di Pakistan di kota-kota populer atau favoritnya seperti Naraan dan Hunza. Ada juga cerita tentang pemain yang kerap bermain Dota 2 dengannya namun kini sudah tidak ada kontak.

“Saya memulai dengan bermain Counter Strike, namun Dota lebih mudah dan sangat menyenangkan untuk bermain bersama-sama, dan permainanku memang tidak begitu bagus di Counter-Strike.

Ketika disinggung gaya hidup fashion, Sumail menjawab, “Aku menggunakan apapun yang aku suka terlepas merek atau harganya,” ujar SumaiL.

Untuk informasi dan wawancara lengkapnya bisa kamu kunjungi di tautan berikut atau video di bawah ini.

The post SumaiL Bicara Tentang Kehidupan di Luar Esports: Ingin Jadi Atlet Kriket! appeared first on RevivaLTV.